Rayakan Usainya Masa Tanam, Kelompok Tani Setia Budi 11, 12, dan 13 Gelar Tradisi "Tutup Tandur"

  • Jan 23, 2026
  • Muhamad Abdul Aziz Rowi

WONOSARI – Sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya masa tanam padi, Kelompok Tani (Poktan) Setia Budi 11, 12, dan 13 Desa Wonosari menggelar acara adat Tutup Tandur. Kegiatan yang mempertemukan puluhan anggota kelompok tani ini dilaksanakan dengan penuh kebersamaan di balai pertemuan desa setempat.
​Tradisi Tutup Tandur merupakan kearifan lokal yang dilakukan sebagai simbol harapan agar tanaman padi yang baru saja ditanam dapat tumbuh subur, terhindar dari hama, dan menghasilkan panen yang melimpah.
​Momen Silaturahmi dan Evaluasi
​Selain sebagai ritual syukur, acara ini juga dimanfaatkan oleh para pengurus Poktan Setia Budi 11, 12, dan 13 sebagai wadah koordinasi. Dalam suasana yang guyub, para petani saling bertukar informasi mengenai:
​Kesiapan Pengairan: Memastikan ketersediaan air mencukupi selama fase pertumbuhan awal.
​Manajemen Hama: Berbagi strategi pencegahan serangan hama musiman secara kolektif.
​Solidaritas Kelompok: Memperkuat kerja sama antar anggota dari ketiga kelompok tani tersebut dalam pembagian tugas pengawasan lahan.
​"Acara ini bukan sekadar seremoni, tapi cara kami mempererat persaudaraan. Jika kami kompak dari awal tanam, maka urusan pengairan dan hama ke depan akan lebih mudah diatasi bersama," ujar salah satu ketua kelompok tani.
​Harapan Petani Wonosari
​Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kelompok Tani Setia Budi 11, 12, dan 13 ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal kekompakan. Dengan berakhirnya masa tanam kali ini, para petani kini mulai fokus pada pemeliharaan rutin sambil menunggu masa panen tiba.
​Acara ditutup dengan doa bersama dan makan bersama di atas hamparan karpet hijau, mencerminkan kesederhanaan dan tekad kuat para petani untuk menjaga ketahanan pangan di Desa Wonosari.