KKN UIN KHAS Jember Tuntas di Wonosari Puger: Sukses Tanamkan Kesadaran dan Solusi Penanganan Sampah Berbasis SDM Lokal

  • Nov 25, 2025
  • Muhamad Abdul Aziz Rowi

WONOSARI, PUGER – Setelah menjalani masa pengabdian yang berfokus pada isu lingkungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi ditarik dari Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, pada Sabtu, 22 November 2025.

Kelompok KKN ini sukses menyelesaikan program utamanya, yakni "Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Penanganan Isu Sampah", dengan menitikberatkan pada perubahan perilaku dan pembentukan kader lingkungan desa.

Selama 35 hari di Desa Wonosari, mahasiswa KKN tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga mewujudkan program nyata yang memberdayakan masyarakat:

  1. Pembentukan Kader Sampah Muda: Melalui program edukasi intensif di sekolah dan majelis taklim, mahasiswa berhasil membentuk kelompok pemuda pelopor kebersihan yang aktif mengkampanyekan pilah sampah.
  2. Inovasi Bank Sampah RT: Mahasiswa mendampingi pembentukan dan aktivasi kembali Bank Sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai solusi pengelolaan sampah anorganik yang bernilai ekonomis.
  3. Pelatihan Komposting: Pelatihan praktis pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga, mengubah masalah sampah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi sektor pertanian desa.

Kepala Desa Wonosari, Bapak H. Hadi Purnomo, menyampaikan rasa terima kasihnya yang besar atas inisiatif mahasiswa.

"Isu sampah selalu menjadi tantangan besar di desa kami. Namun, kehadiran adik-adik KKN UIN KHAS Jember membawa solusi yang sistematis, utamanya dengan melibatkan warga secara langsung. Program Bank Sampah dan komposting yang mereka rintis adalah warisan berharga bagi lingkungan kami," ujar Bapak Hadi dalam sambutan penarikan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nina Hayuningtyas, yang hadir mewakili UIN KHAS Jember, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program terletak pada keberlanjutan pasca-KKN.

"Tugas mahasiswa telah selesai, tetapi tugas masyarakat untuk menjaga program ini baru dimulai. Kami harap kader-kader yang telah dibentuk oleh mahasiswa dapat terus menggerakkan kesadaran akan pentingnya penanganan sampah yang berbasis pada potensi SDM lokal," jelas Nina.

Acara penarikan ditutup dengan pemotongan tumpeng dari mahasiswa kepada Pemerintah Desa Wonosari, serta momen foto bersama antara mahasiswa dan kader lingkungan yang telah mereka dampingi, menandai berakhirnya masa pengabdian dengan meninggalkan jejak lingkungan yang lebih bersih dan terorganisir.