Pupuk Subsidi Dinilai Kurang Merata, Pemdes Wonosari dan BPP Balung Gelar Audiensi dengan Petani

  • Jan 23, 2026
  • Muhamad Abdul Aziz Rowi

WONOSARI– Sejumlah petani di Desa Wonosari menyampaikan keluhan terkait distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai belum merata dan sulit didapatkan pada musim tanam kali ini. Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Desa Wonosari bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balung menggelar pertemuan tatap muka untuk menyerap aspirasi langsung dari para petani, Jum’at (23/01).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Kesenian Monumen Pancasila tersebut, para petani mengeluhkan adanya ketimpangan serapan pupuk antar wilayah. Beberapa petani mengaku jatah pupuk yang mereka terima tidak sesuai dengan luas lahan yang terdaftar di sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Duduk Bersama Mencari Solusi Kepala Desa Wonosari H. Hadi Purnomo menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan sebagai jembatan komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat bawah. "Kami ingin memastikan apa kendala sebenarnya di lapangan. Aspirasi ini kami tampung untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait agar petani tidak dirugikan saat masa pemupukan tiba," ujarnya.

Pihak BPP Pertanian Kecamatan Balung yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan penjelasan mengenai mekanisme penebusan pupuk terbaru. Petugas BPP menjelaskan beberapa faktor yang kerap menjadi kendala, di antaranya:

  • Update Data e-RDKK: Pentingnya sinkronisasi data NIK petani agar terdaftar secara valid di sistem pusat.
  • Alokasi Nasional: Adanya penyesuaian kuota pupuk dari pemerintah pusat yang terkadang tidak sebanding dengan total permintaan di tingkat daerah.
  • Mekanisme Penebusan: Sosialisasi mengenai penggunaan kartu tani atau KTP untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

Komitmen Pengawasan Dari hasil diskusi tersebut, disepakati bahwa kelompok tani (Poktan) bersama pemerintah desa akan melakukan validasi ulang data anggota untuk memastikan tidak ada petani yang terlewat dalam pengusulan kuota tahun depan. Selain itu, BPP berjanji akan memperketat pengawasan di tingkat kios resmi agar penyaluran sesuai dengan jatah masing-masing petani.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga transparansi distribusi. Para petani berharap, melalui audiensi ini, masalah kelangkaan dan ketidakmerataan pupuk dapat segera teratasi sehingga produktivitas pertanian di Desa Wonosari tetap terjaga.