Festival Tahu Tempe, Wujud Kebanggaan dan Identitas Desa Wonosari

  • Jul 17, 2026
  • Muhamad Abdul Aziz Rowi

Wonosari, Puger – Festival Tahu Tempe kembali menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Desa Wonosari. Sebagai desa yang dikenal sebagai sentra penghasil tahu dan tempe, Wonosari terus melestarikan tradisi ini melalui festival budaya yang menampilkan potensi lokal sekaligus memperkuat identitas desa.

Salah satu daya tarik dalam festival adalah kirab budaya yang diikuti oleh seluruh perwakilan RW dengan menampilkan berbagai kreativitas berbahan dasar tahu dan tempe. Pada foto tersebut tampak peserta dari RW 001 menampilkan miniatur rumah tradisional yang dihiasi susunan tahu dan tempe, lengkap dengan ornamen khas budaya. Karya tersebut menjadi bukti kreativitas warga dalam mengolah produk unggulan desa menjadi sebuah karya seni yang bernilai budaya.

Festival Tahu Tempe bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi media promosi bagi para pelaku UMKM dan perajin tahu tempe di Desa Wonosari. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin mencintai produk lokal sekaligus memperkenalkan Desa Wonosari sebagai sentra industri tahu dan tempe kepada masyarakat yang lebih luas.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019, Festival Tahu Tempe telah menjadi agenda budaya tahunan yang bertujuan melestarikan tradisi, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mengembangkan potensi wisata desa. Kehadiran festival ini juga memperkuat semangat gotong royong karena seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kelompok masyarakat, pemuda, hingga pelaku usaha, berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui Festival Tahu Tempe, Desa Wonosari menunjukkan bahwa produk sederhana seperti tahu dan tempe mampu menjadi ikon budaya yang membanggakan. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, festival ini diharapkan terus berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mampu mengangkat nama Desa Wonosari di tingkat regional maupun nasional.